Tanam Gigi Cepat Saji “Nobel Guide Teeth in an Hour”

Awal ceritanya kemaren waktu saya pulang ke Pontianak, pas lagi asik-asiknya ol nyokap minta cariin di internet soal tanam gigi. Saya sebenarnya sudah cukup familiar dengan tanam gigi ini, teman saya banyak yang udah pernah tanam gigi padahal usianya belum 20an. Alasannya sih kebanyakan buat daftar tes polisi, TNI, dll.

Tapi setelah browsing sana sini yang bikin saya tertarik adalah web http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/02/22/brk,20100222-227407,id.html dan http://www.teethinonehour.org/guided_implant_diagnostics.html

Dari pengalaman ke dokter gigi yang ada saya pernah tahu  ya cabut, tambal, kawat sama gigi palsu yang tidak memerlukan komputer sama sekali. Betapa majunya teknologi di bidang kedokteran gigi, untuk menanam gigi sudah menggunakan komputer, dengan software 3d untuk memastikan bahwa hasil pemasangan akurat pada rahang pasien. Software yang digunakan User interfacenya mirip dengan Autocad yang biasa digunakan di bidang teknik.

Teknik ini berbeda dengan tanam gigi konvensional yang memakan waktu 4-9 bulan. Menurut pakar implan gigi dari Specialist Dental Group, Dr Ansgar C. Cheng, teknik konvensional membutuhkan selang waktu antara pemasangan implan dan gigi penggantinya. “Sementara itu, dengan teknik Teeth in an Hour, implan dan gigi pengganti dipasang pada waktu yang bersamaan.”

Dalam sekali proses, teknik ini membolehkan 14 gigi bisa ditanam dengan gangguan minim. Saat proses pemasangan, pasien masih sadar di bawah bius lokal, dan tidak diperlukan sayatan serta jahitan. Setelah itu, pasien dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Sebelum dilakukan teknik ini, sejawat Cheng, Dr Neo Tee Khin, mengatakan dokter membuat diagnosis terhadap pasien. Pasien akan melalui proses Computer Aided Tomography Scan untuk dilihat gambaran tulang rahang mereka dalam bentuk tiga dimensi.Gambaran itu nantinya dikirim ke laboratorium di Swedia, di mana aturan operasi dan gigi yang disangga implan dibuat. Kira-kira dua pekan setelah konsultasi awal, implan dan gigi dapat dipasang. Namun, menurut Cheng, beberapa pasien yang memiliki kondisi tertentu mungkin memperpanjang waktu perawatan.
Dalam perawatan, pasien akan diberi obat yang disarankan. Mereka diharapkan merawat gigi tanam selayaknya gigi asli. “Apalagi implan yang dipasang adalah permanen,” kata anggota Komite Persatuan Prosthodontik Singapura itu. Pasalnya, infeksi bisa timbul apabila pasien tidak bersih dan tak melakukan cek rutin. “Khususnya bagi perokok.” Prosedur ini terhitung masih baru. Harga yang ditawarkan juga masih tergolong borju. Di klinik gigi Specialist Dental Group saja, pasien harus merogoh kocek minimal sebesar 6.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 40 juta. Di Indonesia yg menggunakan teknik ini baru 1 tempat  yaitu di klinik gigi Ganda Pigunayasa, Jakarta.

Video Softwarenya

Soal teori  penanaman gigi

Website dr ch0ng http://drwilliamchong.com/id/index.html

Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: